Kamis, 27 Desember 2012

Air Terjun Coban Pelangi


Air Terjun Pelangi, bisa menjadi salah satu tempat pilihan untuk mengendurkan urat saraf. Masyarakat setempat lebih akrab menyebutnya Coban Pelangi. Kawasan wisata alam nan indah ini berada sekitar 32 km ke arah timur dari Kota Malang, 10 km dari kecamatan Tumpang. Kawasan ini dikelilingi oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS). Air terjun ini berada di ketinggian 1.299 meter dpl di kaki Gunung Semeru arah Desa Ngadas. Karenanya, para pendaki tak asing lagi dengan kawasan tersebut.

Bila menuju Gunung Bromo dari Kota Malang, sobat melewati kawasan ini. Tepatnya, di desa Gubuk Klakah, Kecamatan Poncokusumo. Selama perjalanan, indra penglihatan dimanjakan dengan segarnya tanaman sayur mayur yang menghijau.

Bisa dibilang, kawasan air terjun ini masih alami, airnya dingin dan jernih sehingga memberikan nuansa damai. Dinamakan Coban Pelangi karena air terjun ini sering membiaskan warna pelangi. Ketika berada di sekitar air terjun, pengunjung bisa melihat pelangi dari sisi manapun. Misalnya, saat berdiri di bebatuan besar, atau sungai yang menampung air terjun terjun. Namun itu tergantung juga pada jumlah debit air dan letak matahari.

 Lokasi wisata Coban Pelangi mulai dirintis sejak 1986 oleh warga setempat. Baru pada 1989, diambil alih pengelolaannya oleh Perhutani. Keelokan Air Terjun Pelangi berketinggian 110 meter tersebut cukup tersohor. Bahkan hingga mancanegara.

Untuk menuju lokasi air terjun, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 1.1 kilometer. Bila merasa haus atau lapar, bisa mampir di warung-warung sederhana yang ada. Memang, tidak banyak menu yang disediakan tapi, cukup kiranya menjadi pengganjal perut untuk melanjutkan perjalanan.

Pengelola wisata air terjun Coban Pelangi ini cukup bisa mengakomdasi kebutuhan pengunjung. Di sepanjang rute perjalanan menuju air terjun, tak hanya warung yang disediakan, melainkan juga musholla dan toilet yang cukup bersih.

Post By Dhana Ardie | PIN: 27793E9E |@ArcDhanZz | :D


Tidak ada komentar:

Posting Komentar